Asslamualaikum Wr. Wb.

Ini adalah sepenggal riwayat hidup dari seorang calon pengusaha yang sukses yang dermawan serta sebagai sepenggal do’a kepada Yang Maha Kuasa supaya selalu diberikan kesehatan dan keselamatan dalam hidup ini. Amiin.

Tanggal 13 adalah tanggal dimana saya pertama kali menghirup udara Dunia, setelah beberapa bulan berada dalam kandungan Ibu saya. Tepatnya pada Bulan Desember 1994 saya lahir di desa yang terpencil yang jauh dari kecamatan dan rumah sakit. Solehan, itulah sepenggal nama yang hanya terdiri dari tujuh huruf yang kelak akan memberi perubahan dalam hidup ini. Saya merupakan anak kedua yang lahir dari kandungan Ibu saya, tetapi sejak saya lahir kakak saya sudah meninggal dan saya menjadi anak pertama dari dua bersaudara. Alhamdulillah Ayah dan Ibu saya sekarang masih hidup dan masih mampu mencari rezeki untuk biaya pendidikan saya dan adik saya. Dan sekarang kami tinggal di desa yang berbeda dengan desa tempat lahir saya, sebab saat saya berumur 3 tahunan Ayah saya memutuskan untuk pindah ke daerah yang lebih strategis untuk kehidupan kami.

Pada usia lima tahun saya masuk di TK Pertiwi yang ada di desa saya sendiri. Tidak ada hal yang menarik saat saya bersekolah disini karena saya sudah lupa pada usia ini. Setahun kemudian saya melanjutkan ke SD N Dalangan yang letaknya sangat dekat dengan tempat tinggal saya. Di SD ini Alhamdulillah saya beberapa kali berhasil memperoleh juara satu yaitu pada kelas satu sampai kelas empat semester satu, semester duanya saya mendapat juara tiga, mungkin karena jarang belajar sehingga prestasiku saat itu turun. Alhamdulillah pada waktu kelas lima peringkat satu bisa ku raih dalam dua semester sekaligus. Hal yang mencengangkan dimulai saat saya menginjak kelas enam, meskipun belajarku sungguh-sungguh karena maklum akan menghadapi ujian serta karena cita-citaku yang ingin meyandang gelar Sarjana Pendidikan di belakang namaku malah membuatku kaget saat pengumuman penerimaan raport pada semester pertama. “kenapa ini bisa terjadi….?” Pertanyaan itulah yang membuatku gelisah karena pada waktu itu saya tidak dikehendaki untuk meraih peringkat sama sekali alias tidak dapat ranking. Bagiku sich tak masalah, tapi bagi orang tuakulah yang menjadi masalah besar. Mengapa tidak, masak setelah ranking satu tidak dapat peringkat sama sekali. Setelah saya konfirmasikan sama orangtuaku akhirnya saya hanya mendapat teguran dan tidak marahan, karena prinsip kedua orangtuaku dan prinsipku adalah “nilai itu nomor dua, tetapi ilmulah yang akan membawa perubahan dalam hidup ini.” Dengan prinsip ini kegiatan belajarpun saya tambah untuk menghadapi semester kedua alias Ujian Akhir Sekolah karena mengingat pada waktu DD tidak ada jawaban ujian yang beredar. Langsung saja setelah ujian sekolah selesai tibalah waktu pengumuman plus penerimaan raport. Inilah waktu pertama kali saya merasakan gelisah dan deg-degan, karena saya takut jikalau nanti tidak lulus dalam ujian ini. Dan pada akhirnya saya lulus dengan nilai yang tidak begitu buruk yaitu rata-ratanya 23nan dari 4 pelajaran yang diujikan serta saya juga berhasil mendapatkan peringkat lagi meskipun Cuma peringkat empat. Alhamdulillah.

Setelah lulus SD saya melanjutkan sekolah ke SMP N 2 Todanan yang terkenal sekolah terbaik sekecamatan. Walaupun sebelumnya saya punya keinginan untuk sekolah di SMP Muhammadiyyah Todanan, karena semua teman yang saya ajak untuk belajar kelompok waktu SD masuk di SMP Muhammdiyyah semua. Tapi pada akhirnya saya tetap masuk di SMP N 2 Todanan yang mendapatkan restu kedua orangtuaku. Di SMP ini saya mulai mengenal begitu pentingnya mempunyai banyak teman dan pentingnya persatuan dalam pertemanan. Prestasiku saat SMP tidak begitu menonjol karena mungkin semua teman-temanku lebih pandai dari pada diriku. Karena dalam waktu tiga tahun saya hanya mampu memperoleh peringkat enam setingkat kelas.

Di SMP ini kebanyakan teman-temanku adalah anak-anak yang nakal dan tidak terlalu menonjol dalam prestasi. Bagiku mempunyai teman yang seperti itu akan menjadi lebih seru dalam menghadapi hidup. Dan benar pada waktu kelas tiga saya pernah dikejar-kejar oleh kepala sekolah sampai bersembunyi di bawah semak-semak karena tidak mengikuti les bahasa inggris yang diadakan sekolah untuk menghadapi ujian. Saya juga sering pulang dahulu alias mbolos pada waktu tidak ada guru yang mengajar. Tapi dibalik itu semua saya juga pernah menjadi murid kebanggaan Guru Matematika saya karena saat try out Ujian Nasional saya memperoleh nilai terbaik paket B se-kelas tiga yaitu 9 lebih.

Di waktu kelas tiga SMP saya mengalami kecelakaan yang membuat tangan kanan saya harus di operasi sampai ke Kota Solo karena patah pada kedua tulang tangan saya. Tapi Alhamdulillah pada saat Ujian Nasional berlangsung tangan saya sudah sembuh dan sudah bisa di gunakan untuk menulis dengan baik. Walaupun pada waktu test saya menggunakan tangan kiri untuk menjawab soal-soal yang ada. Pada waktu itu sebelum tangan saya sembuh saya merasa ketakutan jikalau nanti tangan saya harus di amputasi dan tidak lagi mempunyai tangan kanan. Sebab sudah hampir satu bulan sebelum di operasi tangan saya belum ada perubahan. Karena pada waktu itu orang tua saya masih percaya kepada tukang pijat khusus tulang yang berada di sekitar daerah saya. Saya hanya mampu mengucapakan terima kasih kepada semua orang yang masih peduli dengan hidup saya dan semoga kalian semua diberikan kesehatan dan jalan yang lurus untuk menuju Yang Maha Hidup.

Di riwayat pendidikan masa kecil saya tidak hanya mengacu pada sekolah umum saja, tetapi saya juga pernah bersekolah sore di madrasah diniyah At Taqwa yang terletak di depan rumah saya. Sedangkan kegiatan malam harinya saya belajar mengaji Al Quran pada salah satu guru yang kebetulan tetangga saya sendiri. Meskipun bacaan Al Quran saya belum begitu lancar dan masih banyak yang salah, tapi Alhamdulillah saya sudah dikenalkan Al Quran sejak kecil.

Setelah berjuang keras di masa SMP saya lulus dengan waktu yang tidak begitu lama yaitu hanya tiga tahun. Pasca kelulusan saya segera melakukan musyawarah dengan kedua orangtuaku untuk menentukan kelak dimana aku melanjutkan sekolah ke jenjang SMA. Menurut Ayahku asal diriku di Pondok beliau mengizinkan untuk sekolah dimana saja. Sedangkan Ibuku berkeinginan diriku melanjutkan sekolah ke SMK meskipun biayanya agak mahal sih. Dan akhirnya saya mendaftar di SMK N 1 Blora yang terkenal mahal dan mondok di PP Al Ridlwan Sukorame Blora. Setelah pengumuman penerimaan peserta didik baru di SMK tersebut saya adalah satu-satunya siswa dari SMP saya yang di terima di SMK tersebut. Walaupun saya diterima di SMK tersebut, tetapi saya tidak melanjutkan untuk membayar biaya pendaftaran ulang karena Ayah saya tidak mau mengantarkan saya ke SMK tersebut. Bukannya saya tidak berani untuk berangkat sendiri, tapi masalahnya itu saya tidak mengetahui jalan untuk menuju Blora, maklum orang desa. Memang Ayah saya sudah memberikan uang kepada saya untuk membayar biaya tersebut, tetapi Ibu saya menolak jikalau saya berangkat sendiri untuk membayar biaya tersebut. Karena alas an itulah saya tidak jadi melanjutkan sekolah ke SMK yang lulus langsung bisa bekerja.

Putusasa, itulah yang saya alami pada waktu itu, mengapa tidak semua sekolah menengah atas negeri yang saya ketahui sudah menutup pendaftaran. Dan wow, Subhanallah memang ini takdir Allah yang sudah dirancang sedemikian rupa untuk setiap hambanya. Saya akhirnya bisa melanjutkan sekolah menengah atas yang berstatus negeri meskipun bukan SMA melainkan MAN Blora. Teman-temankulah yang memberi informasi kalau masih ada sekolah negeri yang memnbuka pendaftaran untuk peserta didik baru. Alhamdulillah terima kasih kawan-kawanku semua semoga kalian diberikan kesehatan dan keselamatan oleh Yang Maha Pemurah. Amin.

Di MAN ini saya bertemu banyak teman-teman yang datang dari penjuru Kota Blora. Mereka membuatku semangat untuk belajar karena kebanyakan dari mereka adalah siswa-siswa yang pintar alias pandai. Tidak hanya mendapapatkan teman dari sekolahan saja ternyata di pondok juga saya mempunyai banyak teman yang lebih akrab dari pada teman yang ada di sekolahan. Meskipun kami yang ada di pondok ini tidak satu sekolahan, tetapi setiap pagi kami selalu berangangkat bersama ke sekolah, meskipun jarak sekolahku dengan pndokku itu hampir 2 KM. Di pondok inilah saya mulai mendalami islam yang sejak kecil hanya mengetahui kulitnya saja. K. H. Rohmat Ridwan itulah nama guruku yang mendidikku selama kurang lebih tiga tahun saat bersekolah di MAN Blora. Meskipun pondok yang saya tempati ini berbeda dengan pondok-pondok salaf yang sudah terkenal kami tetap menyandang predikat sebagai Santri Indonesian. Pondok saya ini tidak seperti pondok-pondok pada umumnya karena kyai saya menghendaki untuk lebih mengutamakan pendidikan di sekolahnya dari pada kegiatan di pondok. Menurut P. Yai saya anak muda sekarang apabila ditekankan pada hal yang jarang dilakukan oleh orang lain maka kebanyakan akan tidak mau lagi mondok.

Seperti biasa tahun pertama di MAN ini tidak begitu banyak hal yang manarik untuk di ceritakan. Soalnya saat itu saya masih ingin menjadi orang yang rajin. Tetapi mengapa setelah menginjak kelas tiga keinginan saya untuk menjadi rajin sesaat singgah entah kemana. Pasalnya setiap kali pelajaran berlangsung saya sering ketiduran di dalam kelas, mungkin karena saat di pondok saya sering begadang sampai malam untuk sekedar cerita-cerita dengan taeman-teman santri lainya. Meskipun setiap pelajaran saya sering tidur tidak berarti prestasi saya menurun lo. Saya pernah meraih peringkat empat walaupun hanya setingkat kelas yang jumlah muridnya hampir empat puluh anak. Di kelas tiga ini saya juga pernah dipukul dengan buku oleh guru sejarah saya karena tidak memperhatikan saat pelajaran berlangsung.

Seperti anak muda yang lainya, sayapun pernah menambatkan hati ini kepada seseorang yang membuatku buta akan yang namanya cinta. Itulah cinta pertamaku meskipun sesaat tapi pernah membuatku semangat untuk masuk sekolah. Kebahagiaan itu hanya kujalani sementara karena dirinya pergi keluar jawa untuk mengikuti keluarganya yang memang sudah menetap disana. “Patah hati” itulah kata yang populer dikalangan para remaja saat ditinggalkan sang pujaan hati. Tapi tak apalah memang itu sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa agar aku tidak mendekati perbuatan yang ……..

Setelah melewati suka duka dimasa SMA ini akhirya tibalah saat Ujian Nasional berlangsung. Biasa apabila seorang santri menghadapi ujian maka jurus yang dipakai adalah dzikir dan do’a semalaman sampai-sampai waktu belajar dikurangi. Pasca Ujian selesai sekolah sudah mulai libur. Pada liburan inilah saya memanfaatkan waktu untuk mengikuti bimbel yang diadakan oleh Mata Air Foundations bekerjasama dengan Ansor Kabupaaten Blora yang bernama Sanlat Blora. Disinilah saya memperoleh teman baru lagi, dan kenal orang-orang besar. Selama satu bulan bimbel ini saya berharap nanti bisa masuk perguruan tinggi yang favorit dan bisa mendapatkan beasiswa. Pertamanya saya menginginkan masuk perguruan tinggi yang murah, tentunya bukan UGM dan masuk di jurusan pendidikan matematika. Sebab saya ingin melanjutkan cita-cita waktu SD yaitu mempunyai gelar S. Pd di belakang nama saya. Keinginan saya itu tidak sejalan dengan pemikiran pengurus Sanlat karena pilihan saya ini terlalu banyak pesaingnya. Beliau menyarankan untuk memilih jurusan yang kelak nanti dibutuhkan Kabupaten Blora. Akhirnya saat pendaftaran SNMPTN saya memilih dua jurusan yaitu pilihan pertama Teknologi Industri Pertanian dan yang ke-2 Ilmu & Industri Peternakan dengan jalur bidik misi. Kedua-duanya saya pusatkan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang awalnya saya tidak sukai karena biayanya yang terkenal mahal. Mengapa saya memilih UGM….? Itu karena pada jurusan yang saya pilih tadi di Universitas ini tahun lalu peminatnya hanya sedikit.

Kuawali dengan membaca bismillahirrohmanirrohimi Allahummasholli ala Sayyidina Muhammad saat mengerjakan ujian SNMPTN berlangsung. Dengan modal satu bulan bimbel dan bacaan-bacaan pengingat Allahlah yang aku pakai untuk senjata menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi dengan jalur SNMPTN ini. Tidak sia-sia bimbel yang saya jalani satu bulan penuh ini, karena akhirnya saya bisa masuk di Universitas ternama di Indonesia yaitu Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan beasiswa Bidik Misi. Tidak sampai disitu kebaikan yang diberikan oleh para pengurus Sanlat Blora karena beliau juga menunjukkan tempat mondok di Yogyakarta yang Alhamdulillah memberikan perubahan dalam diriku.

PP. Darul Ulum Wal Hikam adalah surga ilmu yang menjadi tempat tinggalku di kota Yogyakarta ini. Disinilah saya melanjutkan untuk memperdalam ilmu agama saya dan berlatih untuk menghadapi kerasnya hidup di Dunia ini. Sebuah Pondok yang berjulukan Pondok Kader Bangsa ini di asuh oleh seorang Kyai muda dari daerah pantura yaitu Bpk K. H. Ahmad Sugeng Utomo. Beliaulah yang mengajarkan saya untuk selalu bersyukur dengan apa yang telah di berikan Allah SWT dan selalu menyarankan agar selalu memakai adab sopan santun dimanapun saya berada.

Hanya itulah sepenggal coretan tangan dari daku. Saya hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih kepada Allah yang selalu memberikan kesehatan, kepada kedua orang tua yang rela memberikan kasih sayangnya kepada anakmu yang nakal ini beserta seluruh keluarga yang senantiasa menyumbangkan kasih sayangnya, tak lupa kepada semua guru-guru saya dan panitia Sanlat yang menghabiskan waktunya untuk mmenurunkan sedikit ilmunya kepada saya, lalu yang paling berkesan kepada mantan pacar saya yang bersedia mengisi hati saya meskipun hanya sementara, lalu kepada semua teman-teman saya seperjuangan yang selalu memberi motivasi dan semangat untuk selalu bahagia dalam menghadapi masalah, yang terakhir saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tetangga saya yang mendukung dalam pembentukan sifat dalam diri saya. Kudo’akan kalian semua supaya di berikan selalu kesehatan oleh Allah SWT dan semoga kelak apabila umur sudah tak mampu lagi untuk mempertemukan kita semoga Allah mempertemukan kita di surga Nya. Amiin.

Satu pemikiran pada “about me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s