Kulantunkan lagu yang liriknya berbahasa inggris. Berharap seperti pemuda-pemuda sekarang pada umumnya yang pandai dalam merayu, tentunya dengan lagu berbahasa inggris. Tetapi untuk saat ini aku hanya berani bernyanyi dalam kamar yang pengap, aku masih belum mempunyai nyali untuk menyanyi di depanmu. Bukan karena malu ataupun apa, aku hanya tidak ingin seperti pengamen yang sedang mengharapkan recehan dari seorang wanita sepertimu. Mengapa pengamen? karena menyanyi bukanlah hobiku, apalagi lagu yang liriknya menggunakan bahasa inggris. Kedengarannya pasti seperti anak SMP yang disuruh untuk membaca sebuah paragraf dalam sebuah cerita kuno. Kau mungkin tahu, seseorang yang jarang berbahasa inggris aktif akan mengalami kesulitan jika berbicara bahasa inggris, apalagi ini menggunakan intonasi dan tangga nada tertentu. Meskipun orang itu sering mendengarkan lagu-lagu asing ataupun sering menonton film-film box office tentu masih akan mengalami kesulitan.

jalanan.jpg

Mungkin ini yang dinamakan sebuah perjuangan dalam setiap keinginan. Perjuanganku belajar lagu bahasa inggris supaya keinginanku untuk memadu cerita bersamamu memiliki akhir cerita yang harmoni.

Sekarang ini aku hanya mendengarkan lagu kesukaanmu. Tidak menyimaknya ataupun menirukannya dalam setiap bait. Lidahku sudah mengalami keseleo stadium 2, stadium yang efeknya tidak bisa lagi mengucapkan bahasa inggris, hanya bisa mengucapkan namamu yang diiringi do’a dengan wasilah Nama-Nya.

Lagu kesukaanmu memang memanjakan telinga siapa saja yang mendengarkannya. Entah itu orang yang mendengarkan paham betul bahasa inggris atautidak, hanya sekedar menikmati lirik-liriknya -seperti diriku ini- pasti akan menggeleng-gelengkan kepala atau menganggukkannya seolah terhanyut dalam setiap bait suara penyanyinya. Engkau mungkin juga melakukannya seperti itu atau malah ada cara lain yang kau lakukan untuk menikmatinya.

Disini aku tidak sendirian. Karena dikamarku masih ada banyak teman yang bisa diajak bercerita, meskipun mereka hanya mendengarkan dan terpaku dalam setiap sudut ruangan. Kuajak mereka bercerita tentangmu lewat tulisan ini sambil mendengar lagu kesukaanmu. Setiap kutanyakan adakah cerita lain tentangmu yang diketahui mereka, mereka hanya diam, tidak ada sepatah katapun yang kudengar. Mungkin mereka sudah tidur dan bermimpi sedang menyaksikan aku yang sedang duduk dan berbicara sendiri.

Setiap aku menulis cerita tentangmu, aku selalu berdo’a terlebih dahulu. Bukan karena aku penganut agama yang taat atau sok alim, bukan itu. Aku hanya ingin setiap tulisanku tentangmu tidak hanya sekedar coretan belaka, melainkan sebuah tulisan yang mampu menuntunku untuk menulis setiap kebaikanmu dan menjadi coretan sejarah hidupku. Bersama secangkir kopi yang sudah tidak panas lagi, yang isinya tinggal tiga kali sruputan sudah menyisakan ampas menjadi teman sekaligus penghibur dalam sunyinya malam. Meskipun rasanya pahit yang ketika membuatnya kebanyakan air, tetapi itu sudah cukup untuk teman bercerita tentangmu.

Lagu Kesukaanmu hanya berdurasi 3 menit 48 detik sehingga membuat speaker laptopku diam. Lagu itu tidak akan kuputar lagi dari awal, bagiku enam kali replay sudah cukup untuk menawarkan rinduku padamu. Rindu yang hanya bisa dinikmati oleh pujangga-pujangga muda dalam setiap syairnya. Rindu yang hanya dimiliki oleh seorang pejuang perang terhadap kekasihnya yang belum sempat dipinangnya. Bahkan seperti rindunya Qois sang Majnun terhadap kekasihnya Laila yang terpisah oleh adat dan kehormatan.

Rinduku kini sirna bersama matinya lampu yang menggantung di atap kamarku. Sebuah kalimat yang hanya terdengar oleh telingaku mengiringi kepergianku ke alam mimpi. “Good Night and Have A Nice Dream” Bismillah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s