Dalam setiap perkumpulan, pertemuan, atau entah itu apa namanya, aku lebih suka duduk diam sambil mendengarkan apa yang mereka-mereka bicarakan. Entah mengapa aku tak ingin terlibat dengan keseruan maupun keheningan yang diciptakan dalam forum tersebut. Padahal, mendengarkan itu adalah kegiatan dalam pembelajaran yang sangat buruk ketika tanpa diimbangi dengan pemahaman.

musik.jpg

Dengan mendengarkan, aku seolah-olah mendapatkan ilmu baru, meskipun kata-kata dan intinya sama dengan kemarin dan kemarinnya lagi. Meskipun pada akhirnya, aku melupakan sebagian bahkan semuanya dalam waktu yang relatif singkat.

Dalam setiap forum, aku memang bukan tipe orang yang suka usul, suka berpendapat atau suka ngomong ini dan itu. Aku lebih suka mendengarkan dan menyimak serta menganalisis apa saja yang akan terjadi jika bahasan dalam forum diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Analisisku memang tak bisa seakurat orang-orang di luar sana, tapi setidaknya aku yakin analisisku masuk dalam setiap sudut logika manusia.

“Setiap pemikiran, tanpa adanya analisis dan perencanaan yang masuk akal -tidak absurd- pasti ada kejelasan untuk setiap akhirnya, meskipun pada akhirnya tidak sesuai dengan perencanaan. Setidaknya sudah belajar untuk merencanakan sesuatu.”

Mendengarkan, hal yang ada dalam diri seseorang dan bisa menjadi sebuah potensi besar dengan adanya pengasahan terus menerus. Kedengarannya sepele, tapi ketika mencoba untuk melakukannya jangan harap bisa bertahan sampai akhir. Tentunya dengan satu syarat, bahwa yang namanya mendengarkan ya mendengarkan tidak bicara dalam hati maupun lewat bibir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s