Category: Makalah



LAPORAN PRAKTIKUM

KESETIMBANGAN DAN DINAMIKA KIMIA

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama Praktikan :Mawar Berduri

Jurusan : Suka Duka

Fakultas : Kehidupan

 

 

 

LABORATORIUM FISIKA DASAR

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS JAGAD RAYA

TAHUN 201X

 

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perubahan fase zat cair ke padat disebut membeku. Hal ini banyak terjadi dilingkungan sekitar kita, terutama di negara yang memiliki musim dingin. Setiap zat mengalami pembekuan dengan waktu yang berbeda-beda, sebab titik beku yang dimiliki oleh masing-masing zat berbeda. Semakin tinggi titik bekunya maka zat tersebut akan cepat mengalami pembekuan.

Negara yang bermusim dingin mengalami proses pembekuan yang berlangsung cepat sekali, mulai dari air yang berada di alam bebs maupun air dalam radiator kendaraan bermotor, karena hal itu sangat merugikan maka untuk menanggulangi hal tersebut dilakukan penurunan titik beku. Penurunan titik dengan cara menambahkan suatu zat anti beku kedalam radiator. Penurunan titik beku terjadi karena terjadi kenaikan tekanan cairan dalam radiator, sehingga cairan membeku dalam suhu yang lebih rendah dari pelarutnya. Penurunan titik beku larutan encer sebanding dengan konsentrasi massanya. Oleh karena itu, untuk mengetahui cara menentukan tetapan titik beku dan menentukan berat molekul zat non volatil dilakukan percobaan “Penurunan Titik Beku Larutan” ini.

1.2 Rumusan Masalah

1) Bagaimana cara menentukan tetapan penurunan titik beku molal pelarut ?

2) Bagaimana cara menentukan BM zat non volatil ?

BAB 2 Tinjauan Pustaka

2.1 MSDS

2.1.1 Air

Nama IUPAC adalah Dihidrogen monoksida, Oksida. Nama Lain dari air adalah Hidroksilik acid, Hidrogen Hidroxida. Rumus Molekulnya H2O. Massa molar 18,01528 g/mol. Berupa cairan tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau pada keadaan standar, memiliki massa jenis 0,998 g/cm3 (cairan pada 200C), 0,92 g/cm3 (padatan). Titik lelehnya 0 °C, 32 °F (273.15 K) dan memiliki titik didih 100 °C, 212 °F (373.15 K). Kalor jenis air adalah 4184 J/(kg•K) (cairan pada 20 °C). Viskositas : 0.001 cP pada 20 °C. Bentuk molekulnya hexagonal (Anonim,2011).

 

 

==============================

[DOWNLOAD HERE]

 

 

>>>DOWNLOAD<<<

 

 

 

 

 

Publisher by : [MB]


LAPORAN

PRAKTIKUM KIMIA DASAR

ANALISIS KUALITATIF KATION DAN ANION

OLEH

                  NAMA             :  MAWAR BERDURI BLOG

                  STAMBUK      :    NKWQHD2EHBD

                  KELOMPOK   :   625

                  ASISTEN         :   GUUUOOGLLE

LABORATORIUM KIMIA DASAR

JURUSAN SUKA DUKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS JAGAD RAYA

201X

A.    Tujuan Percobaan

            1. Mempelajari reaksi-reaksi yang terjadi terhadap kation dan anion.

            2.  Menganalisis secara kualitatif kation dan / atau anion dalam suatu larutan campuran yg tidak  diketahui

B.     Landasan Teori

Kimia analisis secara garis besar dibagi dalam dua bidang yang disebut analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif membahas identifikasi zat-zat. Urusannya adalah unsur atau senyawaan apa yang terdapat dalam suatu sampel atau contoh. Pada pokoknya tujuan analisis kualitatif adalah memisahkan dan mengidentifikasi sejumlah unsur Analisis kuantitatif berurusan dengan penetapan banyak suatu zat tertentu yang ada dalam sampel atau contoh (Underwood,1986).

============================

[Download doc.]

 

 

>>>DOWNLOAD<<<

 

 

 

Publisher by : [MB]


 

MIKROSKOP

 

BAB I

 

PENDAHULUAN

 

1.1 LATAR BELAKANG

 

Ilmu pengetahuan merupakan suatau hal yang tidak dapat dikalahkan dari kehidupan kita. Hal ini dikarenakan kemanapun, kapanpun, dan dimanapun kita berada pengetahuan sangat penting. Ilmu pengetahuan yang memepelajari mengenai makhluk hidup dan kehidupan adalah biologi. Dalam mempelajari biologi yang dibutuhkan tidak hanya pengetahuan secara teori, tetapi juga pengetahuan dalam bentuk praktikum. Dalam melakukan suatu praktikum diperlukan beberapa peralatan sebagai unsur pendukung. Salah satu alat yang digunakan untuk mengamati dengan mata telanjang adalah mikroskop (Zaifbio, 2009).

 

Mikroskop yang pertama kali digunakan oleh para saintis renaisans, dan juga merupakan mikroskop yang ada digunakan di laboratorium adalah mikroskop cahaya (light microscope, LM). Cahaya tampak dilewatkan melalui speciemen dan kemudian menembus lensa kaca. Lensa itu merefraksi (membelokkan) cahaya sedemikian rupa sehingga bayangan speciemen itu diperbesar sewaktu bayangan itu diproyeksikan ke mata kita. Dua nilai penting sebuah mikroskop ialah daya pembesaran dan penguraianya/resolusi.

 

Pembesaran mencerminkan beberapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan dengan ukuran yang sebenarnya. Daya ursi mikroskop juga terbatas, tetapi mikroskop dapat di desain untuk memperbesar objek sebesar yang diinginkan, tetapi mikroskop cahaya tidak pernah menguraikan rincian yang lebih halus kira-kira 0,2µm Dan tidak bias lebih besar dari pembesaran 1000 kali (Campbell,2002).

 

Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Van Leuwenhoek (1682-1723) yang berkebangsaan belanda, dengan mikroskop yang masing-masing terdiri atas lensa tunggal yang dogosokkan rumah yang dirangkai didalam kerangka kuningan dan perak (Pramesti,2000).

 

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN

 

Maksud dari praktikum tentang menggunakan mikroskop ini adalah memperkenalkan mikroskop binokuler, cara penggunaannnya dan pemeliharaannta, serat cara pembuatan preparat.

 

Tujuan dari praktikum tentang menggunakan mikroskop dalah untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan mikroskop binokuler dapat mengerti cara penggunaan dan pemeliharaan serta dapat membuat preparat dengan benar.

 

======================================
[Download doc.]
 
 
 
 
Publisher by : [MB]

MAKALAH
BUDIDAYA TANAMAN SEMUSIM

BUDIDAYA JAGUNG MANIS
(Zea mays saccharata)

Di susun oleh :

Solehan.com

FAKULTAS NUSANTARA
UNIVERSITAS GOOGLE INDONESIA
YOGYAKARTA
2009

BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG MANIS
(Zea mays saccharata)

I.    PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Jagung merupakan salah satu komoditas palawija utama penghasil karbohidrat, merupakan menu makanan yang bersifat substitusi bagi manusia dan bahan pakan bagi ternak. Jagung dapat dipakai sebagai bahan baku agroindustri, minyak,  gula dan makanan lain. Tanaman jagung (Zea mays L.) sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan (AAK, 1993 cit Isnawan, 2003). Jagung yang dibudidayakan di Indonesia bermacam – macam, antara lain : jagung untuk pangan (termasuk jagung manis), dan jagung untuk pakan ternak. Secara keseluruhan jagung adalah bahan pangan biji-bijian yang sangat penting bagi manusia juga ternak. Di Amerika Serikat, Kanada dan Australia tanaman ini umumnya disebut jagung. Semula jagung (corn) adalah istilah umum untuk biji-bijian atau serealia. Di Inggris, corn adalah istilah untuk gandum, sedangkan di Irlandia dan Skotlandia adalah istilah oat. Dengan demikian, istilah corn digunakan untuk menamai spesies biji-bijian baru yang ditemukan oleh penduduk di benua Amerika dan bagi sebagian besar penduduk dunia mengenal Zea mays sebagai jagung. Jagung memiliki adaptasi pertumbuhan yang luas sehingga memungkinkan ditanam secara ekstensif di berbagai daerah di dunia.
Jadi, jagung adalah merupakan komoditas palawija utama sebagai menu makanan subtitusi bagi manusia dan pakan ternak.
Jagung manis (Zea mays saccharata) merupakan salah satu sayuran yang penting dan populer. Luas penanaman jagung manis di Indonesia setiap tahunnya berkisar 250 ha. Kepopuleran jagung manis meningkat dengan pesat di negara Eropa dan Asia, khususnya Jepang dan Cina yang produksinya cenderung meningkat.
Jagung manis merupakan bahan makanan tambahan dan sekarang mulai banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Jagung manis di Indonesia awalnya dikenal lewat hasil pengalengan. Pada awal tahun 1980 mulai ditanam secara komersial dalam sekala kecil untuk memenuhi kebutuhan hotel dan restoran. Rasanya yang manis dan bentuknya yang kecil membuat banyak orang mulai melirik jagung untuk dikonsumsi, baik sebagai makanan maupun cemilan. Sampai sekarang jagung sangat diminati masyarakat karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan kebutuhan jagung manis, maka jagung mempunyai prospek yang cerah dengan menanam jagung secara komersil. Oleh sebab itu, pengetahuan mengenai cara budidaya tanaman jagung yang baik perlu diketahui oleh orang-orang yang berminat untuk menanamnya.

B.    Tujuan Pembahasan
1.    Dapat membudidayakan tanaman jagung manis.
2.    Dapat melakukan analisis pertumbuhan tanaman.
3.    Dapat melakukan pengukuran petak ubinan.

================================================================================================

Untuk Membaca Makalah secara lengkap. Silahkan Download Makalahnya dibawah ini…
File : Document

===>>>DOWNLOAD<<<===

Atau lewat

===>>>DOWNLOAD-2<<<===

By : Solehan.com
WARNING!!!!!
Tunggu 5 Detik….
Klik SKIP AD untuk melanjutkan Download….!!!!

 


LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR II

PERCOBAAN C O 14

(DISPERSI CAHAYA )

 

 

 

 

 

 

OLEH

solehan.com

Solehan Hans

H_ans

 

 

 

 

 

JURUSAN JATUH BANGUN

FAKULTAS KEHIDUPAN

UNIVERSITAS JAGAD RAYA

YOGYAKARTA

2013

==========================================================================================

Percobaan C O 14

Dispersi Cahaya

I.      Pendahuluan

Dalam ruang hampa (vakum), kecepatan cahaya c adalah sama untuk setiap panjang gelombang atau warna cahaya, artinya kecepatan cahaya biru sama dengan kecepatan cahaya infra merah. Akan tetapi, jika sebuah berkas cahaya putih jatuh pada sebuah permukaan prisma kaca dengan membentuk sudut terhadap permukaan tersebut kemudian melewati prisma tersebut, maka cahaya putih itu akan diuraikan atau di despersikan menjadi spectrum warna. Fenomena ini membuat newton percaya bahwa cahaya putih merupakan campuran dari komponen-komponen warna. Dispersi atau penguraian warna terjadi didalam prisma karena kecepatan gelombang cahaya didalam prisma berbeda untuk setiap panjang gelombang.

Spectrometer adalah alat optic yang digunakan untuk mengamati dan mengukur sudut deviasi cahaya datang karena pembiasan dan dispersi.  Dengan menggunaka hukum Snellius, indeks bias dari kaca prisma untuk panjang gelombang tertentu atau warna tertentu dapat ditentukan.

II.    Tujuan

 

Setelah melakukan percobaan ini, diharapkan kita mampu :

1.     Menerangkan tentang disperse cahaya dalam medium dispersif

2.     Menggambarkan pengoperasian spectrometer

3.     Menjelaskan bagaimana menentukan indeks bias sebuah prisma

 

III.   Alat-alat yang diperlukan

 

1.     Spectrometer prisma

2.     Sumber cahaya dan pemegangnya

3.     Sebuah prisma

 

IV.   Teori

Ilmuwan Newton telah menjelaskan adanya sifat pemantulan dan pembiasan dari cahaya yang percobaannya pernah dilakukan pada tahun 1620-an. Christian Huygens dengan percobaannya, menjelaskan bahwa cahay seperti halnya charakter, dimana cahaya yang dilewatkan pada celah sempit , maka pada celah tersebut seolah olah akan bertindak sebagai sumber yang baru. Keadaan ini yang dikenal sebagai prinsip Huygens. Tahun 1803, Thomas Young memperlihatkan adanya peristiwa interferensi cahaya. Percobaan ini mendukung adanya sifat bahwa cahaya adalah merupakan gelombang. Perkembangan teori ini mencapai puncaknya setelah Maxwell menemukan teory Unified tentang penjalaran gelombang elektromagnetik. .

Cahaya memancarkan sinarnya berasal dari sumber titik. Dari sumber ini cahaya memancar ke segala arah dengan muka gelombangnya berbentuk bola. Kulit bola berada pada satu muka gelombang.

 

Untuk cahaya yang diteruskan ke medium kedua, akan mengalami pembelokan arah jalar. peristiwa ini disebut pembiasan atau refraksi

 

Jika kita melihat benda yang berada didalam air maka benda akan kelihatan lebih dekat. hal ini karena peristiwa pembiasan (refraksi). Peristiwa pembiasan ini disebabkan oleh perbedaan kecepatan jalr cahaya di udara dan di medium lain, misalkan air, kaca. Prinsip ini dapat dikonstruksikan dengan menggunakan prinsip Huygens. Karena kecepatan jalar cahaya di kedua medium berbeda, maka dalam waktu yang sama jarak antara muka gelombang yang satu dengan yang berikutnya pada kedua medium akan berbeda. Untuk di medium 1 , maka dalam waktu t adalah V1 t, sedangkan untuk mediaum 2, adalah V2 t. Hukum pembiasan Snellius dapat diperoleh langsung dari prinsip Huygens.

=========================================================================================

untuk membaca makalah ini secara lengkap silahkan download file nya dibawah ini..!!!!

file : Document

===>>>DOWNLOAD<<<===

Atau lewat

===>>>DOWNLOAD-2<<<===

 

by : solehan.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 338 pengikut lainnya.