image049

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Resonansi adalah proses bergetarnya pada suatu benda yang terjadi karena pengaruh benda lain dan syarat terjadinya resonansi itu adalah memiliki frekuensi alamiah yang sama dengan frekuensi getaran (Octa, 2010).

Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium pada gelombang yang merambat adalah gelombangnya, bukan mediumnya (Riya, 2010).

1.2 Maksud dan Tujuan

Maksud Praktikum Fisika Dasar tentang Resonansi Bunyi adalah agar praktikan dapat menentukan kecepatan bunyi di udara pada suhu kamar.

Tujuan dari Praktikum Fisika Dasar tentang Resonansi Bunyi adalah untuk menentukan kecepatan bunyi di udara pada suhu kamar dengan pengukuran panjang gelombang frekuensi yang telah ditentukan.

1.3 Waktu dan Tempat

Praktikum Fisika Dasar tentang Resonansi Bunyi dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 17 Oktober 2011, pada pukul 06.30-08.30 WIB. Bertempat di Laboratorium Hidrobiologi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya Malang.

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Getaran

Getaran adalah gerak bolak-balik secara berkala melalui suatu titik kesetimbangan. Pada umumnya setiap benda dapat melakukan getaran. Suatu benda dikatakan bergetar bila benda itu bergerak bolak-balik secara berkala melalui titik kesetimbangan (Arief, 2011).

Getaran adalah gerak bolak-balik yang ada disekitar titik kesetimbangan dimana kuat lemahnya dipengaruhi besar kecilnya energi yang diberikan. Satu getaran frekuensi adalah satu kali gerak bolak-balik penuh (Godam64, 2007).

2.2 Gelombang

2.2.1 Pengertian Gelombang

Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium. Pada gelombang yang merambat adalah gelombangnya, bukan zat medium perantara. Satu gelombang dapat dilihat panjangnya dengan menghitung jarak antara lembah dan bukit (gelombang transversal) atau menghitung jarak antara satu rapatan dengan satu renggangan (gelombang longitudinal). Cepat rapat gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam waktu satu detik (Riyn, 2011).

Gelombang adalah getaran yang merambat. Gelombang merambatkan energi dari pangkal gelombang menuju ujung. Gelombang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita. Misalnya gelombang sinar matahari, gelombang bunyi, gelombang radio. Gelombang memiliki banyak manfaat dalam kehiduopan sehari-hari kita. Tanpa gelombang dunia tidak akan semaju seperti sekarang, karena dari gelombang sinyal kita mendapatkan informasi dari berbagai media (Frengky, 2010).

2.2.2 Jenis-jenis Gelombang

2.2.2.1 Jenis-jenis Gelombang Berdasarkan Arah Rambatnya

Ø Gelombang Transversal

Gelombang Transversal adalah gelombang yang arah getarnya tegak lurus terhadap arah rambatnya. Contoh : gelombang pada tali, gelombang permukaan air, gelombang cahaya (Riyn, 2011).

Gelombang transversal merupakan gelombang yang arah rambatnya tegak lurus dengan arah getarnya (Frengky, 2010).

(Eriafuji, 2010).

Ø Gelombang Longitudinal

Gelombang Longitudinal adalah gelombang yang arah getarnya sejajar atau berimpit dengan arah rambatnya. Contohnya gelombang bunyi dan gelombang pada pegas (Riyn, 2011).

Gelombang Longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarnya (Frengky, 2010).

(Wimar, 2009)

2.2.2.2 Jenis-jenis Gelombang Berdasarkan Amplitudonya

Ø Gelombang Berjalan

Gelombang yang amplitudo dan fasenya sama disetiap titik yang dilalui gelombang (Riyn, 2011).

Gelombang berjalan adalah gelombang yang panjang amplitudonya selalu sama (Frengky, 2010).

(Post IPA, 2009)

Ø Gelombang diam (stasioner)

Gelombang yang amplitudo dan fasenya berubah (tidak sama) disetiap titik yang dilalui gelombang (Riyn, 2011).

Gelombang diam (stasioner) adalah gelombang yang panjang amplitudonya berubah-ubah (Frengky, 2010).

(Niris, 2011)

 

2.2.2.3 Jenis-jenis Gelombang Berdasarkan Medium Perambatanya

Ø Gelombang Mekanik

Gelombang mekanik adalah gelombang yang di dalam perambatannya memerlukan medium perantara. Hampir semua gelombang merupakan gelombang mekanik (Riyn, 2011).

Gelombang mekanik adalah gelombang yang membutuhkan medium untuk merambat (Frengky, 2010).

 

(indah, 2011)

Ø Gelombang Elektromagnetik

Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang di dalam perambatannya tidak memerlukan medium perantara. Contohnya sinar gamma (y), sinar X, sinar ultra violet, cahaya tampak, inframerah, gelombang radar, gelombang TV, gelombang radio (Riyn, 2011).

Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang tidak memerlukan medium untuk merambat (Frengky, 2010).

(Langit biru, 2010).

2.3 Bunyi

Bunyi adalah bahan terpenting dalam musik. Bunyi berasal dari sumber bunyi, yang digetarkan oleh tenaga atau energi. Kemudian getaran tersebut oleh pengantar diantarkan atau dipancarkan keluar. Dan bila getaran ini sampai ditelinga kita, barulah kita dapat mendengarkannya (Shvong, 2011).

Bunyi adalah suatu bentuk gelombang longitudinal yang merambat secara perapatan dan perenggangan terbentuk oleh partikel zat perantara serta ditimbulkan oleh sumber bunyi yang mengalami getarran. Apabila sebuah senar gitar kita petik maka akan terjadi getaran pada senar gitar yang menimbulkan bunyi. Jika senar dawai gitar tersebut kita pegang maka getaran dan bunyi pada senar akan hilang (Godam, 2011).

2.4 Aplikasi Gelombang Bunyi Dibidang Perikanan dan Kelautan

Penggunaan gelombang bunyi pada alat tangkap paying terhadap ikan perairan pipah kabupaten Tulung Agung, perlakuan yaitu pengoprasian alat tangkap dengan menggunakan alat bantu gelembung suara tanpa alat bantu gelembung suara, pada penggunaan alat bantu gelembung suara menghasilkan yang lebih baik dari pada alt tangkap tanpa alat bantu gelembung suara (Hayabusa, 2011).

Electrofish (EF888) merupakan alat pemanggil ikan dengan menggunakan gelembung suara yang membuat ikan berkumpul menuju ke titik gelembung suara. Alat ini telah diuji cobakan dan telah mendapatkan sertifikat dari BBPPI (Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan) Semarang. Dengan ukuran yang kecil dan ringan serta mudah dalam penggunaan, alat ini dapat pula digunakan disegala kondisi air (asin dan tawar). Respon dari costumer yang telah menggunakan alat ini sangat puas sekali akan fungsinya dan layanan purna jual (Yukom, 2011).

3. METODOLOGI

3.1 Alat dan Funngsi

Alat yang digunakan dalam praktikum Fisika Dasar tentang Resonansi Bunyi adalah sebagai berikut:

Ø Tabung Resonansi   : Untuk mengamati resonansi bunyi yang terjadi

Ø Meteran                  : Untuk menandai L1 dan L2

Ø Teko                                    : Sebagai wadah air

Ø Pipa/Selang                      : Untuk menyalurkan air dari teko ke tabung                                                                   resonansi

Ø Garpu Tala                        : Untuk membuat getaran dalam frekuensi tertentu                                                       (512Hz , 341,3Hz, 426,6Hz)

Ø Alat Pemukul                    : Untuk mengukur garpu tala

Ø Jangka Sorong     : Untuk mengukur diameter tabung resonansi

Ø Nampan                 : Sebagai tempat alat

3.2 Bahan dan Fungsi

Bahan yang digunakan dalam Praktikum Fisika Dasar tentang Resonansi Bunyi adalah sebagai berikut :

Ø Air                                : Sebagai media atau medium rambatan bunyi

3.3 Skema Kerja

3.3.1 Skema Kerja Resonansi Bunyi

Diukur diameter tabung resonansi

Diisi air (jangan tumpah) sampai mendekati permukaan bibir tabung resonansi

Diambil garpu tala yang diketahui frekuensinya (512 Hz, 426,6 Hz, 341,3 Hz) lalu dipukulkan didekat mulut tabung

Diturunkan bak (penampang air) sampai terdengar pergeseran bunyi

Diukur panjang antara ujung atas pipa dan tinggi permukaan (L1)

Diulang beberapa kali untuk memastikan

Dilakukan perlakuan tersebut pada semua garpu tala

Diamati dan dicatat hasilnya

Hasil

3.3.2 Skema Kerja Garpu Tala 512 Hz

Disiapkan garrpu tala 512 Hz dan tabung resonansi

Diisi air pada teko

Garpu tala dipukul dan diletakkan pada mulut tabung

Didengar bunyi dan dicatat panjang L1

Diulang dan diukur panjang sebagai L2

Dicatat

Hasil

3.3.3 Skema Kerja Garpu Tala 426,6 Hz

Disiapkan garpu tala 426,6 Hz dan tabung resonansi

Diisi air pada teko

Garpu tala dipukul dan diletakkan pada mulut tabung

Didengar bunyi dan dicatat panjang L1

Diulang dan diukur panjang sebagai L2

Dicatat
Hasil

3.3.4 Skema Kerja Garpu Tala 341,3 Hz

Disiapkan garrpu tala 341,3 Hz dan tabung resonansi

Diisi air pada teko

Garpu tala dipukul dan diletakkan pada mulut tabung

Didengar bunyi dan dicatat panjang L1

Diulang dan diukur panjang sebagai L2

Dicatat

Hasil

 

4. PEMBAHASAN

4.1 Analisa Data

Data Hasil Pengamatan

Frekuensi

(Hz)

L1 (cm)

L1 (cm)

V1 (m/s)

A

B

C

A

B

C

A

B

C

512 Hz

11

15

14

15

53

52

225,28

307,20

286,72

426,6 Hz

18

19

18

21

62

60

307,15

324,21

307,15

341,3 Hz

72

22

24

82

78

80

982,9

300,3

324,9

 

V2 (m/s)

A

B

C

102,4

363,52

353,28

846,12

819,2

3877,15

43743,08

119,4

349,8

341,28

938,51

810,48

193,9

34129,05

372,01

354,9

361,7

1610,8

1088,6

237142,93

148,44

 

SX1

SX2

I1

I2

K1

K2

HP1 (v1)

HP2 (v1)

HP1 (v2)

HP2 (v2)

25,42

85,38

9,01%

31,26%

90,99%

68,74%

871,59

-20,7

358,44

-187,68

5,68

75,41

1,81%

27,9%

98,19%

72,1%

318,48

-7,12

345,57

-194,75

198,8

4,9

37,02%

1,35%

62,98%

98,65%

735,7

-338,1

367,7

-357,9

4.1 Analisa Data

Frekuensi

(Hz)

L1 (cm)

L1 (cm)

V1 (m/s)

A

B

C

A

B

C

A

B

C

512 Hz

11

15

14

15

53

52

225,28

307,20

286,72

426,6 Hz

18

19

18

21

62

60

307,15

324,21

307,15

341,3 Hz

72

22

24

82

78

80

982,9

300,3

324,9

 

V2 (m/s)

A

B

C

102,4

363,52

353,28

846,12

819,2

3877,15

43743,08

119,4

349,8

341,28

938,51

810,48

193,9

34129,05

372,01

354,9

361,7

1610,8

1088,6

237142,93

148,44

 

SX1

SX2

I1

I2

K1

K2

HP1 (v1)

HP2 (v1)

HP1 (v2)

HP2 (v2)

25,42

85,38

9,01%

31,26%

90,99%

68,74%

871,59

-20,7

358,44

-187,68

5,68

75,41

1,81%

27,9%

98,19%

72,1%

318,48

-7,12

345,57

-194,75

198,8

4,9

37,02%

1,35%

62,98%

98,65%

735,7

-338,1

367,7

-357,9

V1   = λ1 x f

V2   = λ2 x f

K1 = 100% – I1

K2 = 100% – I2

Hp1 (V1) =

Hp2 (V1) =

Hp1 (V2) =

Hp2 (V2) =

Rumus :

 

4.1.1 Data Perhitungan

  • · Frekuensi 512 Hz
λ           = 0,44 λ          = 0,60 λ        = 0,56
λ           = 0,2 λ           = 0,71 λ          = 0,69

 

V1A  = λ f

= 0,44 x 512

= 225,28

V1B = λ f

= 0,60 x 512

= 307,20

V1C = λ f

= 0,56 x 512

= 286,72

V2A  = λ f

= 0,2 x 512

= 102,4

V2B = λ f

= 0,71 x 512

= 363,52

V2C = λ f

= 0,69 x 512

= 353,28

 

= 282,05 = 322,83

= 632,52

= 21,8089

3877,15

= 29124,83

= 8183,01

= 6435,24

43743,08

 

=

= 25,42

=

= 85,38

 

=

= 9,01%

=

= 31,26

 

K1   = 100% – I1

= 100% – 9,01%

= 90,99%

K2   = 100% – I2

= 100% – 31,26%

= 68,74%

 

Hp1 (V1) =

= 25,42 + 846,17

= 871,59

Hp2 (V1) =

= 25,42 – 846,17

= -20,75

Hp1 (V2) =

= 85,38 + 273,06

= 358,44

Hp2 (V2) =

= 85,38 – 273,06

= -187,68

  • · Frekuensi 426,6 Hz
λ           = 0,72 λ          = 0,76 λ        = 0,72
λ           = 0,28 λ           = 0,82 λ          = 0,8

 

V1A  = λ f

= 0,72 x 426,6

= 307,15

V1B = λ f

= 0,76 x 426,6

= 349,8

V1C = λ f

= 0,72 x 426,6

= 307,15

V2A  = λ f

= 0,28 x 426,6

= 119,4

V2B = λ f

= 0,82 x 426,6

= 349,8

V2C = λ f

= 0,8 x 426,6

= 341,28

 

          = 312,8

= 270,16

= 31,9

= 130,1

= 31,9

193,9

= 22728,5

= 6342,5

= 5058,05

= 5058,05

=

= 5,68

=

= 75,41

 

=

= 1,81%

=

= 27,9%

 

K1   = 100% – I1

= 100% – 1,81%

= 98,19%

K2   = 100% – I2

= 100% – 27,9%

= 72,1%

 

Hp1 (V1) =

= 5,68 + 31,28

= 318,48

Hp2 (V1) =

= 5,68 – 31,28

= -712

Hp1 (V2) =

= 25,41 + 270,16

= 345,57

Hp2 (V2) =

= 25,41 – 270,16

= -194,75

  • · Frekuensi 341,3 Hz
λ           = 2,88 λ          = 0,88 λ        = 0,96
λ           = 1,09 λ           = 1,04 λ          = 1,06

 

V1A  = λ f

= 2,88 x 341,3

= 982,9

V1B = λ f

= 0,88 x 341,3

= 300,3

V1C = λ f

= 0,96 x 341,3

= 327,6

V2A  = λ f

= 1,09 x 341,3

= 372,01

V2B = λ f

= 1,04 x 341,3

= 354,9

V2C = λ f

= 1,06 x 341,3

= 361,7

 

          = 536,9

= 362,8

= 198916

= 5579,56

= 43806,49

237142,93

= 84,82

= 62,41

= 1,21

= 148,44

=

= 1988

=

= 4,9

 

=

= 37,02%

=

= 1,35%

 

K1   = 100% – I1

= 100% – 37,02%

= 62,98%

K2   = 100% – I2

= 100% – 1,35%

= 98,65%

 

Hp1 (V1) =

= 198,8 + 536,9

= 735,7

Hp2 (V1) =

= 198,8 – 536,9

= -338,1

Hp1 (V2) =

= 4,9 + 362,8

= 367,7

Hp2 (V2) =

= 4,9 – 362,8

= -357,9

4.4 Analisa Prosedur

Sebelum melaksanakan praktikum, hal yang harus dilaksanakan adalah menyiapkan alat dan bahan. Alat yang digunakan dalam praktikum fisika dasar tentang resonansi bunyi ini adalah tabung resonansi yang digunakan untuk mencari dengungan atau resonansi bunyi. Dalam praktikum ini menggunakan 3 garpu tala dengan frekuensi 512 Hz, 426,6 Hz, dan 341,3 Hz. Alat pemukul untuk memukul garpu tala, jangka sorong untuk mengukur diameter tabung resonansi, meteran untuk mengukur L1 dan L2, selang untuk mengalirkan air dari teko ke tabung reaksi. Teko sebagai tempat penampung air dari tabung resonansi dan nampan sebagai tempat alat dan bahan, sedangkan bahan yang digunakan adalah air sebagai medium perambatan bunyi.

Selanjutnya setelah menyiapkan alat dan bahan semuanya. Kita harus mengukur diameter tabung resonansi dengan jangka sorong. Lalu diisi air (jangan sampai tumpah) sampai mendekati permukaan bibir tabung resonansi. Lalu diambil garpu tala yang sudah diketahui frekuensinya 512 Hz, 426,6 Hz, dan 341,3 Hz Lalu dipukulkan dengan pemukul dan langsung didekatkan dengan mulut tabung resonansi. Lalu secara satu persatu diturunkan teko yang digunakan untuk menampung air sampai terdengar pengerasan bunyi. Setelah terdengar bunyi lalu diukur panjang antara ujung atas pipa dan tinggi permukaan (L1). Diulang beberapa kali untuk memastikan lagi. Dan diulang seperti itu lagi untuk menentukan titik resonansi selanjutnya. Dan dilakukan untuk semua garpu tala. Serta amati dan catat hasilnya.

Pada garpu tala dengan frekuensi 512 Hz. Hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan terutama garpu tala 512 Hz dan tabung resonansi. Lalu isi air pada tabung resonansi dan siapkan teko untuk menampung air. Lalu pukul garpu tala dengan alat pemukul dan dekatkan garpu tala dengan mulut tabung resonansi. Ulang seperti itu hingga terdengar bunyi sambil menurunkan teko secara perlahan. Setelah terdengar bunyi catat panjang antar ujung atas pipa dengan tinggi permukaan (L1). Lakukan sekali lagi dan catat pengukuran panjangnya sebagai L2. Lalu catat hasilnya.

Pada garpu tala dengan frekuensi 426,6 Hz. Hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan terutama garpu tala 426,6 Hz dan tabung resonansi. Lalu isi air pada tabung resonansi dan jangan sampai tumpah. Dan siapkan teko untuk menampung air. Lalu pukul garpu tala dengan alat pemukul dan dekatkan garpu tala dengan mulut tabung resonansi. Ulang seperti itu hingga terdengar bunyi sambil menurunkan teko secara perlahan, setelah terdengar bunyi catat panjang antar ujung atas pipa dengan tinggi permukaan (L1). Lakukan sekali lagi dan catat pengukuran panjangnya sebagai L2. Lalu catat hasilnya.

Pada garpu tala dengan frekuensi 341,3 Hz. Hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan terutama garpu tala 341,3 Hz dan tabung resonansi. Lalu isi air pada tabung resonansi. Dan jangan sampai tumpah. Dan siapkan teko untuk menampung air. Lalu pukul garpu tala dengan alat pemukul dan dekatkan garpu tala dengan mulut tabung resonansi. Ulang seperti itu hingga terdengar bunyi sambil menurunkan teko secara perlahan. Setelah terdengar bunyi catat panjang antar ujung atas pipa dengan tinggi permukaan (L1). Lakukan sekali lagi dan catat pengukuran panjangnya sebagai L2. Lalu catat hasilnya.

4.4 Analisa Hasil

Dalam praktikum fisika dasar tentang resonansi bunyi yang telah dilaksanakan didapat hasil dari tiga garpu tala frekuensi 512 Hz, didapat L1 pada 11 cm, 15 cm dan 14 cm. Untuk L2 pada 15 cm, 53 cm dan 52 cm. Pada garpu tala 426,6 Hz didapat L1 pada 18 cm, 19 cm dan 18 cm. Untuk L2 didapat 82 cm, 18 cm dan 80 cm. Pada garpu tala 341,3 Hz didapat L1 = 72 cm, 22 cm dan 24 cm; L2 = 82 cm, 78 cm dan 80 cm

Pada perhitungan yang dilakukan garpu tala dengan frekuensi 512 Hz didapatkan V1 = 225,28 m/s, 307,20 m/s dan 286,72 m/s. Untuk V2 = 102,4 m/s, 363,52 m/s, dan 353,28 m/s. Setelah itu dicarikan rata-ratanya, dihasilkan = 846,12 m/s dan = 819,2 m/s. Untuk = 3877,15 dan untuk = 43743,08. Ralat mutlak untuk = 25,42 dan = 85,38. Ralat Nisbi I1 = 9,01% dan I2 = 31,26%. Untuk K1 = 90,99% dan K2 = 68,74%. Hasil pengamatan untuk V1 adalah HP1 = 871,59 dan HP2 = -20,7 dan untuk V2 adalah HP1 = 358,44 dan HP2 = -187,68.

Pada perhitungan yang dilakukan garpu tala dengan frekuensi 426,6 Hz didapatkan V1 = 307,15 m/s, 324,21 m/s dan 307,15 m/s. Untuk V2 = 119,4 m/s, 349,8 m/s, dan 341,28 m/s. Setelah itu dicarikan rata-ratanya, dihasilkan = 938,51 m/s dan = 810,48 m/s. Untuk = 193,9 dan untuk = 34129,05. Ralat mutlak untuk = 5,68 dan = 75,41. Ralat Nisbi I1 = 1,81% dan I2 = 27,9%. Untuk K1 = 98,19% dan K2 = 72,1%. Hasil pengamatan untuk V1 adalah HP1 = 318,48 dan HP2 = -7,12 dan untuk V2 adalah HP1 = 345,57 dan HP2 = -194,75.

Pada perhitungan yang dilakukan dengan garpu tala dengan frekuensi 341,3 Hz didapatkan V1 = 982,9 m/s, 300,3 m/s dan 324,9 m/s. Untuk V2 = 372,01 m/s, 354,9 m/s, dan 361,7 m/s. Setelah itu dicarikan rata-ratanya, dihasilkan = 1610,8 m/s dan = 1088,6 m/s. Untuk = 237142,93 dan untuk = 148,44. Ralat Nisbi I1 = 37,02% dan I2 = 1,33%. Untuk K1 = 62,98% dan K2 = 98,65%. Hasil pengamatan untuk V1 adalah HP1 = 735,7 dan HP2 = -338,1 dan untuk V2 adalah HP1 = 367,7 dan HP2 = -357,9.

 

5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari praktikum yang telah dilaksanakan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  • · Bentuk dari gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium
  • · Bunyi adalah salah satu bentuk energi, bunyi yang kita dengar berasal dari sumber bunyi
  • · Resonansi merupakan peristiwa ikut bergetarannya suatu benda karena benda lain yang bergetar pada frekuensi yang sama
  • · Jenis gelombang ada 2
  • · Garpu tala 512 Hz diperoleh
  1. gelombang transversal
  2. gelombang longitudinal

L1 = 11 cm, 15 cm dan 14 cm, L2 pada 15 cm, 53 cm dan 52 cm.

V1 = 225,28 m/s, 307,20 m/s, 286,72 m/s; V2 = 102,4 m/s, 363,52 m/s, 353,28 m/s, = 846,12 m/s, = 819,2 m/s; = 3877,15, = 43743,08; Ralat multak = 25,42; = 85,38; Ralat nisbi I1 = 9,01%, I2 = 31,26%; K1 = 90,99%, K2 = 68,74%. (V1) HP1 = 871,59, HP2 = -20,7, (V2)HP1 = 358,44, HP2 = -187,68.

  • · Garpu tala 426,6 Hz diperoleh

L1 = 18 cm, 19 cm dan 18 cm; L2 = 82 cm, 18 cm dan 80 cm

V1 = 307,15 m/s, 324,21 m/s dan 307,15 m/s; V2 = 119,4 m/s, 349,8 m/s, 341,28 m/s; = 938,51 m/s dan = 810,48 m/s; = 193,9, = 34129,05; Ralat mutlak = 5,68, = 75,41; Ralat nisbi I1 = 1,81%, I2 = 27,9%; K1 = 98,19% dan K2 = 72,1%; (V1) HP1 = 318,48, HP2 = -7,12, (V2)HP1 = 345,57, HP2 = -194,75.

  • · Garpu tala 341,3 Hz diperoleh

L1 = 72 cm, 22 cm dan 24 cm; L2 = 82 cm, 78 cm dan 80 cm

V1 = 982,9 m/s, 300,3 m/s dan 324,9 m/s; V2 = 372,01 m/s, 354,9 m/s, 361,7 m/s; = 237142,93, = 148,44; Ralat mutlak = 198,8 dan = 4,9; Ralat nisbi I1 = 37,02%, I2 = 1,55%; K1 = 62,98% dan K2 = 90,65%; (V1) HP1 = 735,7, HP2 = -338,1, (V2)HP1 = 367,7, HP2 = -357,9.

5.2 Saran

Praktikum yang membutuhkan banyak kesabaran, untuk para asisten agar membimbing para praktikannya dan untuk para praktikan agar mempelajari dan memahami materi praktikum.

 

DAFTAR PUSTAKA

Arief. 2011. Getaran. http://ariefkristanta.wordpress.com/belajar.online/getaran. Diakses          pada tanggal 17 Oktober 2011. Pada pukul 16.30 WIB.

Eria fuji kitami, 2010. Gambar gelombang transversal. http://eriafujikitami.blogspot.com. Diaskes tanggal 17 Oktober 2011. Pada pukul 17.00.

Frengky. 2010. Gelombang. http://harikumasakini.blogspot.com/2010/8/gelombang.dan.jenisnya.htmlDiakses pada tanggal 17 Oktober 2011. Pada pukul 16.30 WIB.

Godam 64. 2007. Getaran. http://organisasi.org/pengertian.bunyi.dan.kecepatan.bunyi.pengetahuan.pendidikan.dasar.mengenai.bunyi.ilmu.sain.fisika. Diakses pada tanggal 17 Oktober 2011. Pada pukul 16.50 WIB.

Hayabusa. 2011. Aplikasi gelombang di bidang perikanan. http://resonansi.hayabusa.blogspot.com/ Diakses pada tanggal 17 Oktober 2011. Pada pukul 16.40 WIB.

Indah, 2011. Gambar gelombang mekanik. http://indahvelvia.blogspot/gelombang-mekanik/12/2011.html. diakses pada hari senin tanggal 17 Oktober 2011. Pada pukul 14.00 WIB.

Langit biru, 2010. Gambar gelombang elektromagnetik. http://langitbiru89multiply.com/journal/item/30/duniadanwarnawarnonya&show-intensitia=i&u+/journal/item.html. diakses pada hari senin tanggal 17 oktober 2011. Pada pukul 18.45 WIB.

Niris, 2011. Gambar gelombang diam. http://nirisyoungscientist.blogspot.com/2011/03/gejala-gelombang.html. diakses pada hari senin tanggal 17 Oktober 2011. Pada pukul 12.30 WIB.

Octa, 2010. Resonansi. http://klikbelajar.com/pelajaran-sekolah/pelajaran-fisikadasar.pdf. diakses senin 17 Oktober 2011. Pada pukul 20.00 WIB.

Post IPA 2,2009. Gambar gelombang berjalan. http://postipa2.blogspot.com/2009/11/gelombangberjalan.html. diakses tanggal 17 Oktober 2011. Pada pukul 13.00 WIB.

Riya, 2010. Gelombang. http://nakerfans.pemd-diy.go.id/index2php?option=content.pdff. Diakses pada tanggal 17 Oktober 2011. Pada pukul 20.30 WIB.

Ryin. 2011. Gelombang. http://ryin.multiply.com/journal/item/47. Diakses pada tanggal 17 Oktober 2011. Pada pukul 16.30 WIB.

Shvong. 2011. Bunyi. http://id.shroong.com/books/1926402.pengertian.bunyi. Diakses           pada tanggal 17 Oktober 2011. Pada pukul 16.20 WIB.

Wimar-wimar, 2009. Gambar gelombang longitudinal. http://wimar-wimar.blogspot.com/2009/011/gelombang-longitudinal.html. diakses tangga 17 Oktober 2011. Pada pukul 16.00 WIB.

Yucom. 2011. Aplikasi gelombang dibidang perikanan. http://yucom.biz.com/news. Diakses pada tanggal 17 Oktober 2011. Pada pukul 16.50 WIB.

 
Sumber : http://solehanhans.blogspot.com/2012/11/laporan-praktikum-resonansi-bunyi-2.html#ixzz2KART8TnW

 

About these ads