Orang Islam sangat sadis terhadap ciptaan Tuhan yang namanya anjing..!! itulah banyak ungkapan yang sering didenger baik dilingkungan maupun di dunia maya, padahal Islam memandang haramnya anjing karena najis dan memakan dagingnya,anjing sendiri tidak seperti babi yang disebutkan secara gamblang dalam al qur’an tetapi hanya dimaktub dalam hadist. Hadist itu sendiri pun tidak menyebutkan anjing secara langsung melainkan disebutkan secara implisit sebagai bagian dari hewan yang bertaring.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring, dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeram.” (HR. Muslim no. 1934)
Jika tidak untuk dimakan, maka anjing sama seperti hewan lainnya yang tidak memiliki sifat apapun.
Anjing memang memiliki najis, namun itu hanya sebatas air liurnya saja dan bukan seluruh bagian dari tubuhnya. Najis sendiri adalah suatu kotoran yang harus dibersihkan dalam ajaran Islam.Sama halnya dengan tinja misalnya yang bersifat najis. Meskipun tinja najis, bukan berarti kita lantas menahan buang air seumur hidup untuk menghindari najis. Begitu pula dengan air liur anjing yang bersifat najis, yang perlu kita lakukan hanyalah membersihkannya.

Orang Islam memeliara anjing?
Sebagian ulama berpendapat hal tersebut dibolehkan sedangkan sebagian lain berpendapat tidak boleh. Namun demikian keberadaan anjing di rumah sudah barang pasti menjauhkan keberadaan malaikat dan bahaya akan najisnya yang berkeliaran menjadi tanggung jawab tersendiri dari resiko memeliara anjing dan itu bukan suatu hal yang mudah. Coba simak hadist ini :

Rasulullah bersabda: “ Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing (2), juga tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat gambar (patung)” [Hadits sahih Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah]

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,`Bila seekor anjing minum dari wadah milik kalian, maka cucilah 7 kali. (HR Bukhari 172, Muslim 279, 90).

Barangsiapa memanfaatkan anjing, bukan untuk maksud menjaga hewan ternak atau bukan maksud dilatih sebagai anjing untuk berburu, maka setiap hari pahala amalannya berkurang sebesar dua qiroth.” (HR. Bukhari no. 5480 dan Muslim no. 1574)

Memelihara anjing untuk menjaga ladang dan berburu diperbolehkan selama anjing tersebut tidak berada di dalam rumah. Oleh karena itu sebaiknya jika ingin memelihara anjing untuk keperluan tersebut maka perlu dibuatkan tempat tersendiri yang jauh dari lingkungan rumah.

Masih Ingat cerita tentang bagaimana seorang pelacur dengan dosanya yang menumpuk bisa masuk surga karena memberi minum seekor anjing. Ingat juga bagaimana seorang wanita masuk neraka karena membunuh seekor kucing. Pada akhirnya itu semua menunjukkan bahwa bukan makhluk itu, tetapi salah satu perbuatan kita terhadap makhluk tersebut yang mengantarkan kita kepada surga atau neraka.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.) (99:7-8)

Pada beberapa hal Allah memperlihatkan keagungannya kepadamu dengan menciptakan anjing. Sesungguhnya anjing itu memiliki beberapa sifat yang baik, yang kalau ada pada diri manusia, tentu orang itu akan memperoleh derajat yang tinggi. Sifat sifat anjing yang baik dan patut dicontoh seorang muslim adalah:

• Banyak menanggung lapar, seperti orang-orang saleh yang rajin puasa dan sedekah.
• Tidak mempunyai tempat tertentu, seperti orang-orang tawakkal.
• Sedikit tidur di waktu malam, seperti orang- orang yang mengabiskan sepertiga malamnya untuk mendekatkan diri pada sang pencipta.
• Tidak mempunyai harta seperti orang-orang yang zuhud.
• Setia dan tidak meninggalkan tuannya sekalipun kasar terhadapnya.
• Rela di mana saja berada, seperti orang-orang yang rendah hati dan ikhlas.
• Pergi dari tempat ia diusir ke tempat lainnya, seperti orang-orang yang ridha.
• Jika dipukul dan kemudian diberi sesuatu, maka ia akan kembali tanpa ada rasa dendam, seperti orang-orang yang khusyu’.

Tidakkah engkau berhutang taubat kepada-Nya karena telah menghinakan mahluk-Nya yang memiliki kebaikan yang tidak engkau miliki ?

Anjing tidak berbeda dengan makhluk Allah SWT lainnya. Anjing tidak akan menjadi haram selama kita tidak memakannya dan tidak menjadi najis karena kita membiarkan air liurnya terkena bagian tubuh kita atau tempat lainnya, jika terkena air liurnya kita wajib membersihkannya seperti najis lain dengan tuntunan dan syarat membersihkan najis air liur anjing.

TIADA ALLAH CIPTAKAN SESUATU DI MUKA BUMI INI DENGAN SIA SIA, DAN SETIAP APA YANG ALLAH CIPTAKAN DI LANGIT DAN DIBUMI DIDALAM TERDAPAT TANDA TANDA KEKUASAAN ALLAH BAGI KAUM YANG BERPIKIR.

Wallahu’alam

Catatan : Jika sobat lain ada yang punya pengetatahuan lebih atau dalil lain yang lebi baik silahkan ditambahkan dan jika salah silahkan dikoreksi untuk kebaikan bersama. kepada Allah SWT hamba mohon ampun.

About these ads